Jangan Abaikan Antivirus Yang Kadaluarsa

Jangan Abaikan Antivirus Yang Kadaluarsa

Jangan Abaikan Antivirus Yang Kadaluarsa

Pernahkah anda tidak perduli sama Update Antivirus yang ter-instal di Laptop atau di PC?

“.Jangan Abaikan Update dari AntiVirus!!! “

     Berdasarkan pengalaman saya pribadi, yang bisa dibilang lalai atau juga malas meng-Update Antivirus yang saya pakai di Notebook pribadi, akhirya suatu ketika saya mencoba salah satu Antivirus yang saya download dan di-instal. Langsung kaget ketika hasil scan dari Antivirus tersebut bahwa file-file yang ada di Notebook saya telah terinfeksi beberapa jenis virus, bukan satu atau dua file tetapi ratusan file-file yang ada di drive C, D dan E sudah terjangkit virus.

Whew……?

Jangan Abaikan Antivirus Yang Kadaluarsa

Apa itu Virus Komputer?

     Virus komputer merupakan suatu program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali. Oleh karena itu Jangan Abaikan Antivirus Yang Kadaluarsa Sumber

Apa itu AntiVirus?

    Antivirus adalah sebuah jenis perangkat lunak (Software) yang digunakan untuk mengamankan, mendeteksi, dan menghapus virus komputer dari sistem komputer. Antivirus disebut juga Virus Protection Software.

      Aplikasi ini dapat menentukan apakah sebuah sistem komputer telah terinfeksi dengan sebuah virusatau tidak. Umumnya, perangkat lunak ini berjalan di latar belakang (background) dan melakukan pemindaian terhadap semua berkas yang diakses (dibuka, dimodifikasi, atau ketika disimpan).

      Antivirus – antivirus terbaru sekarang tidak hanya mendeteksi virus. Program Antivirus sekarang juga telah dilengkapi dengan kemampuan untuk mendeteksi spyware, rootkits, dan malware. Tidak hanya itu, Antivirus sekarang dilengkapi firewall untuk melindungi komputer dari serangan hacker dan anti spam untuk mencegah masuknya email sampah dan/atau virus ke inbox pengguna. Sumber

Jangan Abaikan Antivirus Yang Kadaluarsa

Oke kita kembali lagi ke cerita yang tadi, hehehe…

      Sebelumnya saya sempat memakai beberapa jenis AntiVirus di Notebook pribadi seperti Avast, danAvira. Seperti judul Artikel ini, “Jangan Abaikan AntiVirus Yang Out Of Date”.

Di sini awal mula permasalahan yang ada ketika Virus menginfeksi file-file yang ada di drive yaitu saya bisa dibilang malas meng-update AntiVirus.

      Bisa dikatakan bahwa saya sebagai pengguna internet dengan intensitas yang tinggi, atau sering sekali dalam sehari pasti tidak lepas dari membuka situs-situs tertentu seperti Facebook, Twitter dariBlackberry saya dan kadang meng-copy ke dalam Notebook dengan tujuan file-file di dalam Blackberry saya agar aman, atau ada file cadangan ketika hilang atau terhapus. Bahkan tidak jarang juga browsinguntuk mencari lagu, software juga film-film terbaru menggunakan Notebook dan kalau ketemu pasti saya download apalagi kalau itu itu gratis. Hari gini Gratisan? Ya kenapa harus bayar kalau masih ada yang gratis. hehehe…

     Saya juga tidak tahu lagi dari Blackberry saya atau situs yang mana Notebook saya terinfeksi Virus, maklum sudah banyak file-file yang saya download dan disimpan. Pertama-tama yang saya sadari adalah ketika kinerja Notebook terasa sudah mulai lambat bahkan ketika terhubung dengan internet terasa semakin lambat. Bukan lambat koneksi internetnya, tetapi lambat ketika mau membuka program lain seperti Windows Explorer atau program lain yang tidak menggunakan internet dan seharusnya tidak memakan kinerja CPU.

     Ketika itu Antivirus yang saya pakai adalah Trend Micro Titanium yang merupakan bawaan dari paket driver Notebook, namun karena hanya trial lalu meminta Update dalam 30 hari, yang pastinya berbayar. Seperti yang saya katakan tadi, kenapa harus bayar kalau ada yang gratis?

      Tanpa pikir panjang, Trend Micro Titanium langsung saya hapus / uninstal dan menggantinya dengan Avira yang versi gratis yang sudah pernah saya download sebelumnya, otomatis setiap AntiVirus akan meminta untuk memeriksa apakah ada Update ketika baru di-instal, karena cukup lama untuk mengecek Update, kemudian saya batalkan dan langsung saja saya scan Notebook secara keseluruhan dan hasilnya terdapat Virus Backdoor yaitu Trojan Horse yang biasanya dapat mengganggu dari kinerja CPU dan mengakses data dengan jalur khusus apalagi ketika internet sedang terhubung. Wikipedia – Definisi Backdoor.

    Pastinya ingin sekali kinerja Notebook saya bekerja seperti semula sesuai yang saya harapkan. Lalu besoknya muncul lagi notifikasi bahwa ada Update dari Avira namun saya abaikan karena akan memakan waktu yang lama karena ketika itu saya hanya punya koneksi internet yang bisa dibilang lambat.

Ketika saya sudah mempunyai koneksi internet yang lumayan cepat, langsung saja saya browsing dan mencari software gratis maupun film-film yang bisa di download secara gratis, karena merasa aman sudah ter-instal AntiVirus di Notebook saya, walaupun saya sadar data dari AntiVirus saya sudah“kadaluarsa” atau Out Of Date tetapi tetap saja tidak saya Update.

      Lama kelamaan kinerja Notebook mulai kembali lambat, ketika itu saya pikir karena ada file-file registry  yang error sehingga jadi lambat. Karena ketika di scan menggunakan Avira tidak terdeteksi adanya Virus. Kemudian saya format ulang drive tempat saya menyimpan program windows yaitu drive C dengan harapan kalau terdapat Virus akan ikut terhapus, dan meng-instal kembali Windows 7 di Notebook saya, tapi tidak sampai waktu lama, kinerja Notebook kembali lambat, sehingga saya mem-format drive C lagi dan meng-instal ulang Windows 7 dan program-program lainnya dengan mudah, karena saya mempunyai program-program mentah yang sebelumnya sudah saya simpan. Hal itu saya lakukan sampai tiga kali.
     Tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang saya harapkan, karena setelah meng-instal Avira lalu muncul notifikasi dari Avira yang mengatakan bahwa dari beberapa file Exe dari beberapa program mentah yang saya simpan merupakan Malware atau program yang tidak diinginkan. Bahkan selalu muncul “please insert a disk into drive /device/harddisk1/dr1″ ketika saya menghubungkan Flashdisk atau Blackberry menggunakan kabel data, terkadang suka muncul notifikasi “you dont curently have permission to access” dan ketika saya clik continue selalu muncul “Please Contact Administrator” padahal saya sendiri administratornya..
Di lain hal, notifikasi dari Avira selalu saja muncul (pop-up) yang terasa sangat mengganggu, karena yang saya tahu file-file tesebut bukan merupakan suatu Virus. Tetapi program Exe yang sengaja saya simpan sebagai Backup jika ada terdapat salah satu program yang error, sehingga saya bisa meng-instalnya kembali. Karena selalu muncul notifikasi pop-up yang saya anggap mengganggu, maka tidak pikir panjang langsung saja saya uninstal Avira dan mencari program Antivirus lain yang gratis.
     Akhirnya sampai pada suatu keputusan untuk mencoba AVG Internet Security 2012, saya download program tersebut yang kebetulan versi terbaru. AVG Internet Security 2012 menawarkan trial selama 30 hari, dan setelah itu kita bisa memilih untuk membeli produk tersebut atau tetap menggunakan fitur yang ada secara gratis. Tentunya yang versi gratis tidak memiliki beberapa keunggulan seperti versi berbayar. Kemudian saya instal AVG Internet Security 2012 tanpa mem-format ulang drive C ataupun meng-instal ulang Windows 7.
Seperti Antivirus yang lainnya, AVG Internet Security 2012 meminta untuk meng-update dataAntiVirus yang terbaru, kemudian saya update.
Selesai di-update, kemudian langsung saya scan drive secara keseluruhan untuk mengetahui apakah memang terdapat Virus pada drive di Notebook.
Proses scan secara keseluruhan memang memakan waktu yang cukup lama, dikarenakan kapasitas drive yang lumayan besar dan jumlah file-file yang ada cukup banyak, tetapi tetap saya jalankan sampai selesai scan. Bahkan prosesnya hampir memakan waktu satu hari sehingga harus saya tinggal.
Saya tidak tahu pasti apakah karena kapasitas drive yang besar dengan jumlah file yang cukup banyak?
Betapa kagetnya saya ketika scan sudah selesai dan menunjukkan hasil yang tidak diduga, ratusan file-file yang ada di seluruh drive sudah terinfeksi Virus.
Contoh salah satu dari hasil yang terinfeksi Virus adalah program yang dulu pernah saya buat ketika masih kuliah, yaitu Gitar.exe yang teridentifikasi terinfeksi Virus Win32/Sality. Sebelumnya ketika memakai Avira dan muncul notifikasi yang menerangkan bahwa Gitar.exe itu merupakan malware atauspyware yang pastinya notifikasi tersebut saya abaikan. Bagaimana bisa dibilang malware atau spyware? Karena itu program yang saya buat sendiri.
     Dari hasil scan inilah saya sadar bahwa sudah lalai di dalam meng-update AntiVirus, sehingga Virusyang ada bisa berkembang dan bertambah banyak. Bahkan setelah drive C tempat saya menyimpan file windows di format dan di instal ulang, tetap saja Virus tidak akan hilang. Karena ketika saya meng-instal ulang, data-data program mentah yang saya simpan dan dipakai untuk meng-instal sudah terinfeksi, sehingga file-file windows yang baru saya instal akan ikut terinfeksi dan menyebabkan kinerja windows selalu menjadi lambat.

Jangan Abaikan Antivirus Yang Kadaluarsa

Contoh kasus yang lain yang saya baca dari hasi googling yaitu efek dari Virus yang benama Win32:Sality.
” Begitu virus itu menginfeksi komputer saya, browser yang digunakan untuk mengunjungi blog bervirus itu mendadak nge-hang. Tentunya, hal normal yang biasa kita lakukan adalah menekan Alt+Ctrl+Del untuk memunculkan TaskManager dan mematikannya dari panel tersebut. Akan tetapi karena efek virus tersebut, bukannya panel Task Manager yang muncul, akan tetapi sebuah tulisan “
“Task Manager has been disabled by administrator”.Baca selengkapnya.

Virus Sality bekerja dengan menginfeksi file .exe, efek dari virus ini pada sebagian program membuat program tidak bisa jalan sama sekali, namun pada sebagian program virus ini tidak terasa pengaruhnya, program berjalan seperti biasa, meskipun file exenya sudah terinfeksi. dan windows system tidak bisa masuk ke safe mode.
Virus Sality akan menyebar dengan cepat melalui jaringan dengan memanfaatkan default share Windows atau share folder yang mempunyai akses full dengan cara menginfeksi file yang mempunyai ekstensi exe/com/scr. Sumber

Dari semua bisa saya simpulkan bagi yang menggunakan Notebook atau PC pribadi, yaitu:

  • Jangan Abaikan Antivirus Yang Kadaluarsa
  • Jangan asal men-download file dari manapun melalui jaringan internet, kalau sumbernya belum dapat  dipercaya.
  • Pastikan sudah ter-instal AntiVirus ketika kita mau browsing ataupun mencari suatu file atau program di internet
  • AntiVirus yang gratis memang banyak, tetapi lebih baik jika mempunyai versi yang berbayar, sehingga fitur-fitur yang ada lebih lengkap dan lebih terlindungi.
  • Selalu menyimpan salinan file-file data ditempat lain selain drive di Notebook atau PC, jadi ketika file tersebut terinfeksi sudah ada data yang lebih aman.
  • Kalau tetap harus menggunakan versi AntiVirus yang gratis, pastikan selalu meng-update AntiVirus yang dipakai, “Jangan Anggap Remeh AntiVirus Yang Kadaluarsa (Out Of Date)”.
  • Kalau terlanjur terkena Virus, cari tahu apa jenisnya sehingga bisa diketahui cara menghapusnya dan kalau belum bisa mengatasi, jangan ragu untuk bertanya kepada yang lebih mengerti

Bagi yang merasa AntiVirus masih kurang ampuh, bisa menggunakan software yang satu ini:

Jangan Abaikan Antivirus Yang Kadaluarsa
Sumber Artikel Asli : http://www.celoteh-id.com/2012/03/pengguna-internet-jangan-abaikan.html

Tinggalkan Balasan